Sunday, June 12, 2016

Cerita Asal Usul Goa Pindul








Jaman sekarang siapa yang tak mengenal obyek wisata Goa Pindul di Gunungkidul. Salah satu hiburan mengasyikkan dengan menggunakan cave tubing dari ban yang mengapung di atas sungai, berkelompok menelusuri keindahan goa. Di balik keindahannya, ternyata Goa Pindul menyimpan sebuah cerita misteri akan asal usul terbentuknya.  Ada dua versi cerita mengenai asal usul Goa Pindul ini.



Versi pertama 


Konon, jaman dahulu kala, Panembahan Senopati memerintahkan abdinya untuk membunuh seorang bayi yang tak lain adalah cucunya sendiri. Kenapa seorang kakek tega untuk menghabisi nyawa cucunya sendiri ? Sepertinya masalah harga diri sebagai orang terpandang, merasa malu akibat cinta terlarang puterinya hingga membuahkan hasil seorang bayi laki-laki bernama Mangir Wonoboyo. 

Kedua abdinya bernama Ki Juru Mertani dan Ki Ageng Pemanahan, ternyata tidak tega untuk membunuh bayi yang lemah itu. Akhirnya mereka sampai ke daerah di Karangmojo Gunungkidul bernama desa Gelaran.  Bayi terus menangis, sehingga kedua abdi tersebut bermaksud memandikan bayi tersebut. 

Ki Juru Mertani naik ke atas puncak bukit dan menginjak tanah bukit tersebut dengan kesaktiannya hingga tanah bukit tersebut runtuh dan menganga sebuah lubang besar dengan aliran air di bawahnya. Waktu bayi dimandikan, pipi bayi menyentuh batu di dinding goa sehingga kebendhul. Itulah mengapa dinamakan Goa Pindul. (Sumber : www.teamtouring.net)



Versi kedua


Bercerita tentang petualangan Joko Singlulung menjelajahi hutan, sungai dan gunung saat mencari ayahnya. Dalam perjalanannya, sampailah Joko Singlulung di daerah Karangmojo, tepatnya di desa Gelaran Bejiharjo. Joko Singlulung menyusuri goa yang ada di sepanjang sungai. Tanpa sengaja, pipi Joko Singlulung membentur dinding batu goa di sana. Sehingga diduga, nama Goa Pindul berasal dari kata Pipi kebendhul. (sumber : www.yogyes.com) 



Ternyata cukup sederhana asal usul Goa Pindul ini. Hanya karena peristiwa pipi yang kebentur, bisa menjadi inspirasi untuk menamai Goa pindul. Dan ternyata, yang mengalami pipi kebendhul ini tidak hanya satu orang..*dibahas*

Yang jelas dengan peristiwa ini, ada pesan khusus yang ingin disampaikan kepada para wisatawan untuk selalu berhati-hati dalam berwisata. 

Sikap hati-hati dan waspada ini juga perlu diterapkan saat berwisata di tempat ini. Selain kewajiban wisatawan untuk tidak membuang sampah sembarangan, berwisata menelusuri goa dengan cara terapung di atas ban di atas sungai ini diperlukan kerjasama yang baik dengan team. Selain itu perlu didukung  konsentrasi, sikap waspada dan fokus yang tinggi. Jangan sampai niatnya untuk bersenang-senang malah menjadi malapetaka hanya karena ketidakhati-hatian dalam bersikap.

Bagi yang tidak bisa berenang tentu ada resiko tenggelam saat arus deras atau pelampung terbalik. Jadi, upayakan untuk bisa berenang dan jangan coba-coba bawa balita untuk wisata seperti ini. Bisa berbahaya dan jangan ambil resiko hanya untuk kesenangan sesaat.

Ok, have fun ya !

10 comments:

  1. mau diajakin ke sini... aku belum pernaaahh mak juli...

    ReplyDelete
  2. aku suka pesan moralnya hati hati saat ber wisata jaga, tangan= jangan corat-coret, jangan buang sampah sembarangan, jaga mulut= jangn mengotori suasana indah dengan kata kata kotor, janagan sembaarangn kkomentar tentang tempat, jaga perbuatan= jangan jahil, jangan berbuat tak senonoh :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah, itu Kang Gayeng..Setuju banget..Budaya baik dalam bersikap harus selalu dijaga dimanapun, kapanpun.. :)

      Delete
  3. Jangan-jangan pipi tembem berasal dari sini :D

    ReplyDelete
  4. pernah denger cerita tentang gua ini juga, jadi penasaran deh

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...